Tekankan Peningkatan Kinerja Program, Dinkes Pulang Pisau Laksanakan Monitoring Dan Evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025

Selasa, 11 Maret 2025 08:54 WIB
Oleh: Admin
pertemuan tb 3

Dalam upaya memperkuat program pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis, Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi program pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis. Kegiatan dihadiri oleh pengelola program TB puskesmas dan RSUD Pulang Pisau.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Mini Dinas Kesehatan Pulang Pisau, Selasa ( 11/03/2025) dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina, didampingi Kabid P2P Mimiwati,SKM dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi, Soni Purwanto, SKM., M. Epid, bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tb selama lebih kurang setahun terakhir, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi baru untuk meningkatkan kinerja program di 2025 ini

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menekankan pentingnya upaya yang lebih  keras untuk meningkatkan kinerja program tb. termasuk penemuan kasus, pengobatan, serta pencegahan penularan. Data terbaru menunjukkan bahwa cakupan penemuan penemuan kasus (Treatment Coverage) TB , capaian pemeriksaan terduga TB (SPM) dan Terapi Pencegahan TB (TPT) kontak serumah dan sementara angka keberhasilan pengobatan pencapaiannya masih di bawah target,.

“Dari semua indikator Program  Penanggulangan TB, pencapainnya masih dibawah target dan perlu upaya keras dan strategi yang tepat  agar di tahun 2025 ini,  target yang dicanangkan untuk penanggulangan Tuberkulosis dapat tercapai” kata dr Pande

Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia, sesuai dengan target global yaitu  ditargetkan tercapai pada 2030, dengan tiga indikator yaitu Treatment Coverage, penemuan kasus TB lebih dari 90 persen. Kedua, Succsess Rate (sukses dalam pengobatan) lebih dari 90 persen, dan Terapi Pencegahan TB (TPT) kontak serumah lebih dari 80 persen. Indikator lainnya adalah capaian pemeriksaan terduga TBC yang ditargetkan 100% dan merupakan SPM (Standar Pelayanan Minimal) Kabupaten/Kota.

“Upaya penemuan kasus TB selalu diawali dengan penjaringan Suspek atau terduga TB, dan kinerja penemuan suspek TB merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal (SPM)karenanya menjadi sangat penting dimulai dengan mencapai target penjaringan suspek.,” jelasnya.

Baca Juga